Baca Berita

Pemkab. Gianyar Optimalkan Inovasi “Goyang Gayo”

Oleh : | 16 Juli 2019 | Dibaca : 65 Pengunjung

Sumber Foto : Humas Gianyar

Mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai visi Presiden Jokowi tak perlu biaya mahal, hal tersebut diungkapkan kepala dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati saat Presentasi program inovasi Gerakan Semua Orang Konsumsi Garam Yodium (Goyang Gayo), di Gedung Menpan RB RI, Jakarta, 16/6.

 

Lebih lanjut, Ida Ayu Cahyani mengatakan, inovasi ini merupakan 99 inovasi yang lolos nasional dari sekitar 3.000 inovasi se-Indonesia. Inovasi ini merupakan gerakan mengajak masyarakat mengkonsumsi garam beryodium, karena salah satu fungsi zat yodium berfungsi memperlancar metabolisme sehingga perkembangan dan pertumbuhan, kecerdasan dan mencegah beberapa penyakit seperti gondok. Bukan hanya itu goyang gayo juga mengajarkan masyarakat agar pintar menggunakan garam beryodium, misalnya tata cara penggunaan yang baik sehingga rasanya tidak pahit. Garam beryodium ini merupakan hal kecil yang berdampak besar,  hingga mampu meningkatkan kecerdasan terutama anak. Apalagi kini Gianyar sedang gencar menanggulangi dan mencegah stunting. Yang mana, stunting dapat berdampak pada menurunnya kualitas SDM.

 

Rendahnya pencapaian penggunaan garam beryodium disebabkan beberapa faktor seperti gaya hidup ibu rumah tangga hingga karena rasanya yang pahit, padahal jika dimanfaakan dengan baik, rasa pahit itu disebabkan karena penggunaan terlalu banyak dan dimasak terlalu lama. Walaupun sedikit lebih mahal, garam beryodium saat digunakan justru lebih sedikit dari garam biasa. "Kami memang tidak bisa membatasi penggunaan garam biasa, namun kami bisa mendidik masyarakat tentang fungsi garam beryodium," papar Dayu Cahyani.

 

Rendahnya konsumsi garam beryodium menjadi tantangan UPT Kesmas Sukawati I bersama Pemerintahan Desa Sukawati membuat terobosan Goyang Gayo. Sehingga inovasi ini bisa disinergikan berbagai program sehingga masyarakat faham kegunaan Garam Beryodium. Hal tersebutlah yang menjadi pokok saat Presentasi dihadapan Tim Panel Independen Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Tim Kabupaten Gianyar terdiri dari Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Made Suradnya, Kadis Kesehatan I.A Cahyani Widyawati dan Kepala UPT Kesmas  Sukawati I, I Made Udayana.

 

Senada yang disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Made Suradnya kalau garam beryodium merupakan hal kecil yang berdampak besar. Penggunaan garam yang masih kecil membutuhkan perhatian lintas sektoral sehingga bisa berjalan sesuai harapan. Kegiatan evaluasi Goyang Gayo yang dilaksanakan pertengahan 2019 di Banjar Kebalian Desa Sukawati menunjukkan peningkatkan yang cukup drastis. Awalnya tahun 2017 penggunaan garam beryodium hanya 3,8 persen, pada tahun 2018 menjadi 65 persen dan tahun 2019 menjadi 76 persen. "Peningkatan penggunaan Garam Beryodium ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan SDM Gianyar kedepan," pungkasnya. Humas/Suar.


Oleh : | 16 Juli 2019 | Dibaca : 65 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :