Baca Berita

Bappeda Upayakan Distribusi Pembangunan Merata

Oleh : | 13 Oktober 2017 | Dibaca : 43 Pengunjung

Sumber Foto : (HumasGianyar)

Perencanaan yang buruk dalam pembangunan akan mengakibatkan in-efisiensi sumber daya. Terutama era saat ini yang sarat persaingan. Transparasi pelayanan publik wajib sejalan antara penganggaran dan prestasi kinerja program untuk menuju birokrasi kelas dunia. Hal itu menjadi fokus utama diskusi dalam rapat koordinasi (Rakor) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Provinsi Bali, (12/10).

Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali Ir. Putu Astawa mengatakan, rakoor yang melibatkan Bappeda seluruh Bali tersebut bertujuan menggalang sinergi perencanaan pembangunan secara merata dan menyeluruh di Provinsi Bali. Pasalnya, pulau Bali sejatinya sangat kecil, jika pembangunan memakai cara parsial, maka akan berjalan lambat.

”Disini peran penting perencanaan, agar tidak timbul pemborosan,”ucapnya.

Astawa mengatakan, rakor ibaratnya sebagai lem perekat antar daerah, untuk bisa merumuskan, membangun potensi sumber daya setiap daerah. Sebab, dari segi SDA, Bali tergolong minim dibandingkan wilayah lain.

“Saat ini kita masih mengandalkan tiga aspek, yaitu pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Bagaimana kita mensinergikan kesemuanya. Di bidang ekonomi terutama, harus selalu kita bangun, menyesuaikan dengan percepatan teknologi. Contohnya, saat ini transaksi cenderung online, harus kita respon, apa action kita menyesuaikan?,”jelas dia.

Lebih lanjut, Astawa menegaskan, pembangunan harus diupayakan terdistribusi secara merata di seluruh Bali. Demikian halnya tentang angka-angka kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan. Kesenjangan antara si miskin dan si kaya, meskipun tidak signifikan, mesti dijadikan acuan untuk berbenah lebih baik lagi.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Gianyar Gede Widharma Suharta sangat menyambut baik penyelenggaraan rakoor Bappeda se-Bali dilaksanakan di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut, akan sangat memberi efek positif secara signifikan dalam upaya pengembangan pembangunan. Apa yang menjadi target nasional, akan berusaha disinkronisasi di Kabupaten Gianyar, tentunya dengan tidak melupakan potensi unggulan yang ada.

Sebagaimana diketahui, rangkaian rakoor tersebut berlangsung selama tiga hari, dimulai dengan sembahyang bersama di Pura Masceti, dharma wacana, yoga class, dan lainnya. Narasumber yang hadir diantaranya Refa Tadeak Hakim dari Ditjen Bangda Kemendagri, Drs Gatot Darmasto dari BPKP, dan Ir Adi Junjunan Mustafa dari Kementerian PAN-RB RI. (HumasGianyar)


Oleh : | 13 Oktober 2017 | Dibaca : 43 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :