Detail Berita

Desa Singakerta Dinilai Tim Pusat

  • Kamis 13 Februari 2014
  • Dibaca: 653 Pengunjung
Desa Singakerta Dinilai Tim Pusat
[caption id="attachment_7301" align="alignleft" width="300"]Tim Penilai Pusat saat melakukan verifikasi lapangan di Banjar Tunon, Desa Singkerta, Kecamatan Ubud, (12/2). Tim Penilai Pusat saat melakukan verifikasi lapangan di Banjar Tunon, Desa Singkerta, Kecamatan Ubud, (12/2).[/caption] Desa Singakerta, Kecamatan Ubud menjadi duta Provinsi Bali dalam ajang Lomba Pemanfaatan Hasil Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Tingkat Nasional dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK-KB Kes dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2014 . Desa Singakerta berhasil masuk nominator setelah menyingkirkan beberapa kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hal ini terungkap saat Tim Penilai Pusat melakukan verifikasi lapangan di Banjar Tunon, Desa Singkerta, Kecamatan Ubud,  (12/2).  Tim yang dipimpin oleh drg. Ida Farida diterima lansung oleh Bupati Gianyar, A. A.  Gde Agung Bharata, Sekdakab Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adyani Mahayastra. Ketua TP PKK Desa Singakerta, Ny. I Made Murja mengatakan Desa Singakerta terdiri dari 14 banjar. Awalnya di Desa Singakerta hanya terdapat 4 kelompok TOGA dan saat ini sudah berkembang menjadi 84 kelompok, dimana di masing-masing banjar memiliki 6 kelompok TOGA.  Dari keseluruhan kelompok TOGA tersebut, KK yang memanfaatkan hasil TOGA untuk kesehatan sekitar 75%,  sedangkan KK yang memanfaatkan hasil TOGA sebagai industri rumah tangga berkisar 26 %- 50 %.  Dari hasil penilaian ditetapkan sebagai rumah contoh TOGA yaitu Usadha Puri Damai, Banjar Tunon dengan koleksi sekitar 582 jenis tanaman obat. Bupati Gianyar, A. A. Gde Agung Bharata mengatakan, sangat menyambut baik pelaksanaan lomba ini. Kegiatan ini sebagai evaluasi terhadap sejauh mana keberhasilan yang dicapai dalam kegiatan pengembangan pemanfaatan TOGA. Selain itu, kegiatan lomba ini juga sebagai sarana sosialisasi TOGA untuk mendorong setiap warga untuk membudidayakan tanaman obat secara mandiri di masing – masing keluarga. Sosialisasi perlu terus digalakkan agar masyarakat semakin banyak mengetahui manfaat TOGA sebagai obat keluarga juga sebagai pertolongan pertama sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, Bupati Agung Bharata mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan TOGA sebagai tanaman obat keluarga. Selain dapat mengirit biaya kesehatan, juga tidak memiliki efek samping yang berlebih jika dikonsumsi secara rutin seperti yang terdapat pada obat – obatan kimia. “Pengobatan dengan tanaman herbal memang perlu proses panjang, namun sangat jauh dari resiko efek samping yang berakibat buruk bagi tubuh,” tambah Agung Bharata. Ketua Tim Penilai Pusat yang juga Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Pusat, drg. Ida Farida mengatakan, kegiatan verifikasi ini merupakan kunjungan perdana dari 6 kabupaten yang masuk nominator termasuk Kabupaten Gianyar. Lima kabupaten lain yang masuk nominator yakni, Kabupaten Bantul, DIY, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kabupaten Lamandu, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Ida Farida menambahkan, verifikasi lapangan ini ditujukan untuk mencocokkan data yang dikirim melalui laporan dengan fakta yang ada dilapangan. Juga untuk menemukan kelebihan – kelebihan lain yang dimiliki kelompok TOGA yang tidak termuat dalam laporan sehingga bisa dijadikan nilai tambah. “Hasil verifikasi ini juga nantinya akan menentukan Kabupaten Gianyar berada pada urutan keberapa dalam nominasi,” tambah Farida. (Humas Gianyar)Set    

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita