Detail Berita

3 Tahun Refleksi Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar Tahun 2018-2023

  • Selasa 21 September 2021
  • Dibaca: 188 Pengunjung
3 Tahun Refleksi Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar Tahun 2018-2023

I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P. dan Anak Agung Mayun, SH merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar terpilih periode 2018-2023 yang diusung oleh partai PDI Perjuangan.

Dengan Jargon AMAN  Agus Mahayastra-Agung Mayun yang direstui oleh Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Muhammad Prananda Prabowo, pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini memenangkan pilkada tahun 2018, dengan capaian jumlah suara  193.923 suara  atau 67,51%.  

Pasangan ini dilantik Gubernur Bali I Wayan Koster atas nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Hari Kamis Wraspati Wuku Wayang tanggal 20 September 2018. 

Adapun Visi yang diambil untuk mewujudkan janji politik adalah Terwujudnya Masyarakat Gianyar Yang Bahagia, Sejahtera, Aman dan Damai, Mandiri, Berintegritas Berlandaskan Tri Hita Karana Melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Dalam mewujudkan visi tersebut, pasangan Made Mahayastra dan Agung Mayun menetapkan 6 (enam) misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gianyar tahun 2018-2020 dalam berbagai bidang, di antaranya Bidang Pertanian, Bidang Pariwisata, Pertumbuhan Ekonomi, Peningkatan SDM, Penguatan Desa Adat, dan Pelayanan Publik.

Di tahun ketiga, permasalahan terberat yang dihadapi kepemimpinan Made Mahayastra dan Agung Mayun adalah pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih sangat memukul perekonomian di Kabupaten Gianyar. Capaian PAD menurun drastis,  namun hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan.

Penanganan covid-19 di Gianyar termasuk paling baik. Gianyar memelopori vaksinasi berbasis banjar yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan OPD yang bersinergi dengan puskesmas dan RS serta aparat desa.

Kawasan Wisata Ubud juga telah dicanangkan sebagai kawasan bebas covid-19 dimana vaksinasi masyarakat Ubud telah mencapai hampir 100% dari target sasaran.

Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020,  Kabupaten Gianyar berhasil memperoleh pinjaman 0% sebesar 134 miliar rupiah.

Ini berkat langkah cepat di bawah komando langsung kepemimpinan Made Mahayastra dan Agung Mayun dalam menggerakkan birokrasi untuk  memenuhi prasyarat yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Gianyar menjadi satu-satunya Kabupaten yang menerima dana PEN di Provinsi Bali.

Tidak sampai disana, tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali dipercaya dan mendapatkan program PEN sebesar 343 miliar rupiah. 

Dana itu dipergunakan sepenuhnya untuk pembangunan Gianyar. Yang diantaranya adalah, Pembangunan RSUD Sanjiwani Gianyar dengan total anggaran mencapai 180 miliar lebih, pembangunan Rumah Sakit Payangan 95 miliar lebih, jembatan dan jalan  183 miliar, pasar-pasar desa 11 miliar lebih , taman-taman kota untuk mempercantik wajah kota Gianyar 24 miliar lebih, rehabilitasi  drainase dan irigasi 2,5 miliar lebih,  Alun-Alun Gianyar 26 miliar lebih,  Puspem Payangan 8 miliar dan sarana pendukung lainnya.

Selain pembangunan yang bersumber dari dana PEN, berbagai pembangunan yang bersumber dari APBN dan PAD juga telah banyak diwujudkan. Di antaranya adalah Pembangunan Pasar Sukawati Blok A, B, C yang mencapai 300 miliar, pembangunan Pasar Gianyar dengan anggaran 250 miliar lebih, renovasi Stadion Dipta dengan anggaran 100 miliar lebih.

Semua langkah pembangunan fisik tersebut salah satunya bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Gianyar. Langkah ini juga diamini oleh Bank Indonesia sebagai salah satu peran penting pemerintah selama pandemi Covid-19.

Selain di sektor pembangunan , Bupati dan Wakil Bupati Gianyar juga memperhatikan sektor pertanian dengan mewujudkan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang merupakan suatu fondasi untuk menjaga lahan pertanian di Kabupaten Gianyar

Untuk mewujudkan Gianyar AMAN,  kepedulian terhadap kebersihan juga menjadi salah satu program unggulan, yaitu program TPS3R yang telah terintegrasi dengan program PUSPA AMAN (Pusat Pangan Alami, Mandiri, Asri dan Nyaman) dan Hatinya PKK.

Guna mengembangkan SDM yang berintegritas dan berdaya saing tinggi, Bupati dan Wakil Bupati Gianyar Melakukan langkah terobosan menegerikan SMP 5 Sukawati. Menegerikan TK Hindu,  membangun sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP yang berbasis Hindu. Diantaranya, 2018 dibangun 3 TK Negeri Hindu yaitu TK Negeri Hindu Tunas Wangi, TK Negeri Hindu Maha Widya, dan TK Negeri Hindu Widya Kumara. Tahun 2019 dibangun 4 TK Negeri Hindu yaitu TK Negeri Hindu Kumara Wiyata Manukaya, TK Negeri Hindu Kerta Winangun Santi Tulikup, TK Negeri Hindu Widya Craya Peliatan, dan TK Negeri Hindu Kumara Santhi Guwang. Untuk jenjang SD, tahun 2019 dibangun SD Negeri 8 Batubulan. Untuk jenjang SMP, tahun 2018 dibangun SMPN 4 Sukawati dan SMPN 3 Bona. Pembangunan gedung-gedung sekolah tersebut memiliki standar internasional sehingga anak-anak nyaman dan aman belajar di sekolah. 

Selain itu, Kabupaten Gianyar telah mendapatkan bantuan pembangunan 2 SMA Negeri yaitu SMA Negeri 2 Gianyar dan SMA Negeri 2 Sukawati yang pembangunannya akan dimulai 2022, dimana diawali dengan perencanaan di perubahan 2021. 

Juga dilakukan pelatihan dan peningkatan kemampuan kerja, baik melalui penguatan PKK oleh tim penggerak PKK maupun pelatihan keterampilan lainnya oleh OPD terkait.

Peningkatan kualitas SDM juga dilakukan dengan penanganan dan pencegahan kasus stunting pada anak. Tercatat, terjadi penurunan kasus stunting dari 40,9 persen pada tahun 2013 menjadi 12,1 persen pada tahun 2019, dengan melaksanakan berbagai kegiatan intervensi baik spesifik maupun intervensi sensitif.

Program Bantuan Kesehatan yang merupakan langkah terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menjamin kesehatan bagi warga Gianyar, telah memberikan dampak yang sangat besar. Gianyar merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang berani keluar dari BPJS dan memberikan jaminan kesehatan secara gratis kepada masyarakat Gianyar. Selama ber KTP Gianyar, masyarakat Gianyar dilayani secara gratis oleh Rumah Sakit dan Faskes milik Pemerintah Kabupaten Gianyar, juga telah bekerjasama dengan rumah sakit di luar Gianyar seperti RSUP Sanglah, RS Indra dan RSJ Bangli. Untuk menjamin kesehatan warga Gianyar, Bupati-Wakil Bupati Gianyar menganggarkan 35 miliar rupiah setiap tahunnya.

Pandemi Covid 19 memiliki dampak sampingan yang menantang. Pemanfaatan Teknologi Informasi diperkirakan mengalami akselerasi sampai 5 tahun. Pemerintah Kabupaten Gianyar menyikapi hal ini dengan membangun dan mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi di tahun ketiga ini antara lain Aplikasi Rumah Sakit yang diharapkan mampu mewujudkan transparansi di rumah sakit, e-Office berbasis Tanda Tangan Elektronik , Pemanfaatan TI dalam penanganan covid  dan vaksinasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Retribusi Tower sebagai salah satu sumber PAD yang tidak terganggu pandemi, dilayani berbasis  teknologi dan pendukung lainnya.

Dengan kerja keras dan dedikasi yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir  dalam memimpin Gianyar, banyak penghargaan yang diraih , seperti di antaranya Bank Daerah Gianyar dengan keberhasilan penyaluran KURDA GAS dengan bunga 6%/tahun dapat menggerakkan roda perokonomian masyarakat gianyar dan berhasil meraih Top BUMD Awards 2021 kategori bintang 4 pada 10 September 2021. Selain itu berbagai penghargaan selama tahun 2021 diantaranya, PDAM Tirta Sanjiwani meraih Top BUMD Awards 2021, Bupati Gianyar Raih 2 Top Pembina BUMD 2021 sebagai pembina Bank Daerah Gianyar dan PDAM Tirta Sanjiwani (10 September 2021), Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021. Perlindungan Anak dan Pelaporan berbasis Sistem Informasi Monitoring Evaluasi Pelaporan (SIMEP) Perlindungan Anak tahun 2021, Binaan TP.PKK Kabupaten Gianyar dan  Dekranasda Kabupaten Gianyar meraih 3 predikat juara pada PKB ke-43 tahun 2021, yaitu juara 2 dalam lomba desain busana kerja adat Bali berpasangan, juara 3 lomba desain dan peragaan busana casual berpasangan, dan juara 1 lomba desain dan peragaan busana pesta (cocktail) berpasangan.

 

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita