Detail Berita

Dharma Wacana WHDI Gianyar

  • Selasa 12 Juli 2011
  • Dibaca: 1609 Pengunjung
Dharma Wacana WHDI Gianyar
Memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Dharma wacana di Balai Budaya Gianyar (12/7). Dharma wacana dengan tema “Memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan Dalam Konsep Kekinian” diisi oleh Ida Pedanda Made Gunung. Ketua Panitia Dharma wacana WHDI, AA Sri Wirastuti menjelaskan kegiatan dharma wacana yang diikuti seluruh anggota WHDI dari tingkat desa hingga Kabupaten Gianyar merupakan bentuk pendekatan diri kepada Ida Shang Hyang Widi Wasa utamanya dalam suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ny. Cok Nindya menilai pelaksanaan kegiatan upacara yadnya yang serba besar yang dilaksanakan masyarakat belum seimbang dengan pengamalan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari hari. Hal ini terlihat dari banyaknya masalah yang muncul di masyarakat adat maupun dikalangan pemuda. Semoga dengan pemahaman yang baik tentang ajaran agama pada Wanita Hindu Dharma serta melalui semangat Galungan dan Kuningan kita dapat menjadikan kehidupan yang lebih baik di masyarakat. Wakil Bupati Gianyar, I Dewa Made Sutanaya ketika membuka acara Dharma wacana WHDI menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelaksanaan Dharma wacana oleh WHDI Kabupaten Gianyar. Nilai agama dan budaya perlu ditanamkan kembali ditengah kuatnya arus globalisasi budaya pada berbagai sendi kehidupan. Penanaman nilai tersebut harus dimulai dari tingkat keluarga sebagai elemen masyarakat paling bawah. Sehingga melalui Dharma wacana yang dilaksanakan hari ini dapat memberikan pemahaman nilai keagamaan kepada para Wanita Hindu Dharma yang kemudian selanjutnya dapat menerapkan dikehidupan keluarganya masing-masing. Ida Pedanda Made Gunung, selaku pemberi Dharma wacana menekankan semangat cinta pada nilai kearifan lokal dalam menghadapi gempuran nilai luar yang semakin bebas. Kesadaran menggunakan produk yang dihasilkan masyarakat Bali dalam melaksanakan yadnya merupakan suatu bentuk dukungan bagi keajegan budaya dan adat Bali. Peringatan Galungan dan Kuningan sebagai bentuk kemenangan Dharma melawan Adharma harus dapat dijadikan panutan bagi masyarakat dalam melaksanakan yadnya yang lebih berorientasi pada nilai Ketuhanan dibanding seremoni belaka. (Humas Gianyar)

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita