Detail Berita

Bupati Gianyar Nominator Peraih Satya Lancana Pembangunan

  • Senin 25 Juni 2012
  • Dibaca: 410 Pengunjung
Bupati Gianyar Nominator Peraih Satya Lancana Pembangunan
Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama dua tokoh koperasi Kabupaten Gianyar, I Dewa Putu Sutedja dan I Made Sederisma diusulkan untuk meraih Penghargaan Satyalencana bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Hal tersebut terungkap pada verifikasi Tim Penilai Satya Lencana di Peliatan, Ubud (18/6). Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar, I Wayan Sudamia menjelaskan dari 5 tokoh calon penerima bintang jasa tanda kehormatan  Satya Lancana  yang berasal dari Provinsi Bali, tiga Tokohnya berasal dari Kabupaten Gianyar, yakni; Bupati Gianyar diusulkan meraih Satyalancana Pembangunan, I Dewa Putu Sutedja (Ketua KSU Griya Anyar Sari Boga) dan I Made Sederisma diusulkan meraih Satyalancana Wirakarya. 2 tokoh lain Gubernur Provinsi Bali dan 1 tokoh koperasi dari Kabupaten lain. Selain itu dua tokoh KUKM Kabupaten Gianyar juga menjadi calon penerima Bhakti Koperasi. Lebih lanjut, Wayan Sudamia menuturkan kedatangan Tim penilai Satyalancana dari Sekretariat Militer (Sekmil) dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan sinkronisasi dan verifikasi data bagi calon penerima penghargaan. Tim penilai, Cipto Hadi dari Sekmil dan Wahidin dari Kementerian Koperasi menjelaskan Semua tokoh calon pemerima Satyalancana sebelumnya telah menerima penghargaan Bhakti Koperasi dari Presiden RI. kriteria penilaian penghargaan Satyalancana yaitu; keberpihakan terhadap koperasi, kepedulian terhadap Koperasi dan UKM (KUKM) dan Kinerja KUKM. Dalam kesempatan itu tim penilai meminta Bupati Gianyar untuk memaparkan secara singkat dan padat tentang komitmen pemerintah untuk KUKM, langkah-langkah yang di ambil untuk peningkatan KUKM dan hasil yang telah dicapai. Bupati Gianyar menuturkan pemberdayaaan koperasi dan UMKM merupakan komitmen dan prioritas pembangunan Gianyar, sejak mencalonkan diri sebagai Bupati yang dituangkan dalam tujuh program unggulan. Hal ini akibat situasi saat itu dimana ditahun 2008 KUKM terpuruk akibat bom Bali II. Setelah terpilih sebagai Bupati Gianyar, selanjutnya diterpkan lewat program Kredit Tanpa Angunan (KTA) untuk KUKM,  dan KTA ke luar negeri. Selain itu, pemberdayaan wilayah lewat program One Village One Produk (Ovop) dengan membagi Gianyar  kedalam Zona Pengembangan. Pelatihan kepada para pengrajin, membangun infastruktur guna meningkatkan daya saing dan yang terbaru adalah Juli mendatang Bupati Gianyar beserta 3 Bupati lain akan menandatangani perjanjian dengan Bank Indonesia tentang pembanguan Sentra Industri Kerajinan yang akan di bangun di Kabupaten Gianyar guna melindungi para pengrajin kecil dari maraknya pusat oleh-oleh di daerah kota. Berbagai kebijakan tersebut berdaya dengan adanya peningkatan hasil Pertanian di Kabupaten Meningkat 8 % dan melebihi dari anjuran pemerintah pusat sebesar 5 % dengan cara membuka lahan pertanian sebanyak 200 ha. PAD Kabupaten Gianyar selama masa jabatannya meningkat dari 57 Miliar tahun 2007 menjadi 210 Miliar tahun 2011 atau dulu 11% dari APBD sekarang 22% dari APBD. Kabupaten Gianyar dijuluki Kabupaten Koperasi, berdasarkan data tahun 2011, jumlah koperasi 1.105 unit dengan 175.983 anggota dan aset Rp. 433.724.000.000,-. (Humas Gianyar)

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita