Detail Agenda

Car Free Night “Gianyar Saling Tresna”

  • Senin 17 Februari 2014
  • Dibaca: 2066 Pengunjung
Ribuan warga tumpah ruah di seputaran Taman Kota Ciung Wanara, Gianyar, (15/2). Kalangan dewasa, remaja hingga anak – anak berbaur menjadi satu memeriahkan acara Car Free Night dalam rangka peringatan Hari Kasih Sayang (Valentine Day) yang jatuh pada 14 Februari 2014.
 
Kegiatan yang digagas oleh Tim Kreatif, Pemkab Gianyar berkerja sama dengan Yayasan Brahma Kumaris ini bertajuk “The Power of True Love, Gianyar Saling Tresna,”.
 
Ketua Tim Kreatif Pemkab. Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan, kegiatan Car Free Night merupakan langkah Pemkab. Gianyar untuk menjalin tali kasih dan menggemakan perdamaian kepada masyarakatnya. Dengan suasana yang damai, maka pemerintah akan lebih mudah mewujudkan pembangunan dalam arti luas untuk kesejahteraan masyarakat. Juga untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Gianyar khususnya anak-anak muda untuk memaknai Hari Valentine yang sebenarnya. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk kasih sayang kepada sesama, seperti  orang tidak mampu, anak panti asuhan dan lainnya.
 
“Sengaja kami kemas seperti pada pelaksanaan Car Free Day setiap minggu pagi agar semua komponen masyarakat menjadi satu. Artinya tidak ada pembeda antara pemerintah dengan warganya karena kasih sayang itu tak terbatas,” terang Kujus.
 
Car Free Night yang pertama kali di gelar di Kabupaten Gianyar ini diisi dengan kegiatan pementasan fragmentary dari SMK N 3 Sukawati, teater dari SMA N 1 Sukawati, juggling bottle dari SMK Werdhi Sila Kumara, Silakarang, Ubud, fashion show dari Jegeg Bagus Gianyar, fire dance, pementasan penyanyi lokal Gianyar, Ray Peni serta game hiburan.
 
Yayasan Brahma Kumaris juga mengajak warga yang hadir pada kegiatan itu menuliskan surat cinta untuk Tuhan pada media kain sepanjang 10 meter, diawali oleh Ny. Ambari Gaga Adi Saputra. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kita akan pentingnya kasih sayang itu seperti kasih Tuhan kepada umatnya. Hanya dengan saling mengasihi antar sesama perdamaian itu akan lahir.
 
Kegiatan diakhiri dengan penyalaan lilin dari seluruh peserta yang diiringi dengan pembacaan puisi sebagai makna untuk penceraham dan perdaiamaian. (Humas Gianyar)Set

Agenda Terkait Lainnya

Cari Agenda