Dalam upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat, pendidikan menjadi kata kuncinya. Untuk itu perlu terus ditingkatkan partisipasi sekolah penduduk; yang konsekwensinya perlu tersedia sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai. Tabel 4.1.1 hingga Tabel 4.1.5 memberikan gambaran yang jelas mengenai jumlah sekolah, murid dan guru kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir sampai dengan tahun 2005.
Sekolah Taman Kanak-Kanak ada 90 buah, Sekolah Dasar 287 buah, SLTP 42 buah, SMU dan sederajat ada 36 buah. Jumlah murid dari semua tingkatan sekolah kecuali TK ada sebanyak 75.968 orang meningkat 2,34 % dibanding tahun sebelumnya. Jumlah guru 5.495 orang pada tahun 2004 menjadi 5.783 orang pada tahun 2005. Ratio murid terhadap guru untuk Sekolah Dasar 15 :1; SLTP 11 :1; dan SMU 11:1 (Tabel 4.1.3). Dari jumlah penduduk usia 7-12 tahun di bandingkan dengan jumlah murid Sekolah Dasar pada tahun 2005 diketahui angka Partisipasi Sekolah Dasar di Kabupaten Gianyar 106,24 %.
Dilihat angka partisipasi per Kecamatan yang tertinggi ialah Kecamatan Ubud 116,71 % dan yang terendah Kecamatan Blahbatuh yaitu 97,95 % (Tabel 4.1.11). Sedangkan NER rata-rata Kabupaten Gianyar tahun 2005 mencapai 90,94 %. Angka drop out anak SD tahun 2005 mencapai 16 orang terbanyak di kecamatan Sukawati yaitu 4 orang, kecamatan Tampaksiring dan Payangan masing-masing 3 orang, kecamatan Blahbatuh, Ubud dan Tegallalang masing-masing 1 orang, sedangkan kecamatan Gianyar tidak ada yang drop out.
Selain merupakan daerah seni Gianyar juga banyak memiliki perkumpulan olah raga seperti tenis meja, atletik, bola volly, bulutangkis, sepak bola, pencak silat, basket dan tenis lapangan. Dari berbagai macam jenis olah raga cabang atletik memiliki atelit terbanyak yaitu sekitar 2.200 atelit, cabang bola volly berada pada urutan kedua dengan 1.270 atelit, pencak silat 957 atelit, sepak bola 795 atelit dan cabang olah raga bulu tangkis yang cukup memasyarakat hingga ke tingkat paling bawah memiliki atelit sekitar 739 atelit sedangkan tenis meja dan bola basket masing-masing memiliki atelit 539 dan 225 atelit secara rinci dapat dilihat pada tabel: 4.1.17.
Kesehatan dan KB
Ketersediaan sarana kesehatan di Kabupaten Gianyar sampai dengan akhir tahun 2005 adalah : Rumah Sakit Pemerintah ada satu buah dengan 198 kapasitas tempat tidur. Rumah sakit swasta ada dua buah dengan jumlah Gianyar Dalam Angka/ Gianyar in Figures 63 tempat tidur 75 buah. Puskesmas 13 unit, tersebar di seluruh Kecamatan, Puskesmas Pembantu pemerintah ada 56 buah. Sedangkan yang swasta ada 5 buah. Disamping penyediaan sarana kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat usaha penyediaan tenaga kesehatan juga ditingkatkan (Tabel 4.2.6 dan Tabel 4.2.8). Jumlah Dokter di RSU Gianyar sebanyak 43 orang.
Sedangkan di Puskesmas terdapat sekitar 45 orang. Kemampuan daya tampung dan fasilitas Rumah Sakit Umum Gianyar diupayakan peningkatannya. Selama tahun 2005 penyakit yang perlu dirawat inapkan di Gianyar adalah bayi lahir hidup sesuai tempat lahir dengan 940 kasus, yang terbanyak kedua persalinan tunggal spontan 885 kasus, diare 625 kasus disusul demam tipoid dan paratipoid 237 kasus. Khusus untuk pelayanan Keluarga Berencana terdapat 69 buah Klinik KB yang tersebar di tujuh Kecamatan. Peserta KB aktif di Kabupaten Gianyar sampai dengan Desember 2005 tercatat 58.670 Akseptor. Alat Kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah IUD sebanyak, 40.193 atau 68,51 % dan terkecil adalah IMPLANT sebesar 105 orang atau kurang dari satu persen. Sedangkan Akseptor baru ada sebanyak 7.313 Jumlah PUS di Kabupaten Gianyar 73.496. Rincian alat kontrasepsi peserta KB per wilayah Kecamatan dapat disimak pada Tabel 4.2.14 dan Tabel 4.2.15.
Peradilan
Jumlah perkara Pidana Umum dan Pidana Khusus yang masuk di Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar tahun 2005 meningkat dibandingkan tahun 2004 dari 294 menjadi 778 kasus. Sedangkan Tahanan yang masuk jumlahnya meningkat dari 83orang menjadi 179 orang (Tabel 4.3.1 dan Tabel 4.3.2). Dari Kantor Pengadilan Negeri Gianyar tercatat banyaknya terdakwa yang diselesaikan perkara pidananya dengan berbagai jenis keputusan hukumannya tahun 2005 : 201 kasus pidana. Jenis hukuman terbanyak adalah pidana penjara yaitu 201 putusan. Dari Tabel 4.3.8 diketahui jumlah Narapidana di Rumah Tahanan Negara Gianyar 159 orang, laki-laki 149 orang dan perempuan 10 orang.
Selama bulan Januari sampai Desember 2005 Kejahatan dan Pelanggaran yang dilaporkan ke Polres Gianyar 325 kasus. Dari 33 jenis kejahatan yang dilaporkan ke Polres Gianyar kejahatan yang terbanyak dilaporkan adalah Penganiayaan dengan 74 kasus disusul pencurian kendaraan bermotor 37 kasus urutan ketiga penggelapan dengan 32 kasus. Gianyar Dalam Angka/ Gianyar in Figures 64
Agama
Sesuai dengan falsafah yang kita anut pelayanan kehidupan beragama senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kerukunan dan menciptakan suasanayang kondusif. Tabel 4.4.1. menyajikan data jumlah pemeluk agama di Kabupaten Gianyar tahun 2005 adalah Hindu 412.997 orang, Budha 700 orang, Islam 1.830 orang, Protestan 736 orang dan Katolik 556 orang. Jumlah peribadatan umat Hindu sebanyak 4.277 buah terdiri dari Sad Kahyangan , Dang Kahyangan, Kahyangan Tiga dan lainnya, Wihara 1 (satu) buah, Gereja 2 (dua) buah dan mesjid 4 (empat) buah. Peranan Lembaga Adat sangat besar artinya bagi kelestarian perkembangan agama Hindu serta kepentingan Kedinasan dan Stabilitas sehingga perlu dipertahankan keberadaannya. Jumlah desa adat 264 buah, banjar adat 523 buah dan organisasi Subak (sawah dan tanah kering) berjumlah 494 (Tabel 4.4.4).
Sosial Lainnya
Pemerintah Daerah dan Instansi Teknis terkait bersama masyarakat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial untuk mewujudkan tata kehidupan serta penghidupan sosial yang bahagia dari segi material dan spiritual. Usaha ini terutama diarahkan untuk mengatasi masalah-masalah pokok dalam kesejahteraan sosial, yaitu kemiskinan, ketertinggalan, keterlantaran dan korban bencana alam. Tabel 4.5.1. menunjukkan banyaknya penderita cacat pada tahun 2005 di Kabupaten Gianyar. Tuna netra (buta) ada 70 orang, Tuna wicara (bisu-tuli) 66 orang, cacat anggota badan 301 orang, cacat mental 259 orang. Berdasarkan hasil pendataan Sosial Ekonomi Penduduk (PSE) 2005, di Kabupaten Gianyar terdapat 7652 rumahtangga miskin. Pendataan tahap I 6.473 rumahtangga dan tahap susulan 1.179 rumah tangga terbanyak di kecamatan Gianyar.









