Keuangan Daerah

Keuangan Daerah
Dalam Perencanaan Pembangunan Kabupaten Gianyar masih ada ketergantungan dalam bentuk bantuan dana dari pemerintah pusat dan propinsi yang tertuang dalam DAU dan BAK yang dikucurkan setiap tahun anggaran. Dalam pendanaan pembangunan terutama belanja rutin masih mengenalkan bantuan pemerintah pusat yang kondisinya tahun-ketahun mengalami penurungan.

Melihat kondisi demikian pemerintah Kabupaten Gianyar melakukan berbagai terobosan dalam penerimaan pendapatan asli daerah dengan upaya ekstensifikasi dan insentif dari sumber pendapatan. Hal ini sesuai semangat undang-undang No.32 tahun 2004 tentang penyelenggaraan pemerintah daerah peranan PAD setelah penerapan Undang-undang No. 32 tahun 2004 yang terus naik dari tahun ke tahun. Tahun 1996 / 1997 PAD Gianyar baru mencapai Rp.9.082.759.115, – naik menjadi Rp. 10.759.259.115,- pada priode 1997/1998 sampai tahun 2005 PAD Gianyar sudah mencapai Rp. 55.016.633.914,-. PAD Gianyar mengalami penurunan pada priode 2002 dari Rp. 54.386.428.469,- menjadi Rp. 36.303.132.898,- tahun 2003 hal ini di sebabkan Bom Bali I 2002 data selengkapnya seperti tabel 4 di bawah ini

Tabel: 4
Jumlah PAD Kabupaten Gianyar
Periode 1997 s/d 2005

No.TahunJumlah PAD
11997/1998Rp. 10.759.259.145
21998/1999Rp. 20.087.593.003
31999/2000Rp. 26.377.817.000
42000Rp. 26.858.622.036
52001Rp. 50.107.876.193
62002Rp. 54.386.428.469
72003Rp. 36.303.132.898
82004Rp. 47.221.203.806
92005Rp. 55.006.633.919
102006Rp. 67.559.020.915,17

Masyarakat merupakan salah satu amanat dari visi dan misi Kabupaten Gianyar. PDRB Kabupaten Gianyar dari tahun 1997 s/d 2005 terus mengalami peningkatan

Tabel: 5
Perkembangan PDRB Kabupaten Gianyar
Tahun 1997 s/d 2005

TahunJumlah PDRB
1997Rp. 3.343.439,55
1998Rp. 4.695.188,60
1999Rp. 4.985.924,85
2000Rp. 5.125.308,48
2001Rp. 5.832.926,75
2002Rp. 5.850.000,00
2003Rp. 6.763.528,90
2004Rp. 7.351.065,17
2005RP.8.799.696,09

Hal ini disebabkan peningkatan kinerja yanmg baik.Adapun kiat yang dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan PDRB adalah dengan menghidupkan sektor industri utama industri rumah tangga dan industri pariwisata. data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5 dibawah. Pada pos pengeluaran baik belanja pembangunan dan belanja rutin juga menunjukan angka yang terus meningkat tahun 2001 untuk belanja rutin sebesar Rp. 168.800.766.771,- naik menjadi Rp. 213.684.491.899,- pada tahun 2002 tahun 2002 belanja pembangunan juga menunjukan angka serupa dimana terjadi kenaikan angka serupa. Tahun 2001 belanja pembangunan mencapai Rp. 148.489.757. 066,- tahun 2002 belanja pembangunan mencapai RP. 137. 928.820.789

Sektor Industri, Perdagangan dan Koperasi
Sektor industri perdagangan dan koperasi yang ada di Kabupaten Gianyar ditangani satu dinas yaitu dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi Kabupaten Gianyar dengan perda No. 3 tahun 2004 tanggal 2 April 2004, tentang pembentukan susunan organisasi tata kerja dinas-dinas Kabupaten Gianyar. Diera otonomi daerah seperti sekarang ini peranan dinas perindustrian perdagangan dan koperasi sangat besar peranannya dalam hal menaikan pemasukan PAD

Tabel: 6
Perkembangan APBD Kabupaten Giannyar Tahun 2001 s/d 2006

TahunBelanja RutinPembangunanTotal
2001168.800.768.771,06148.489.757.066,00317.290.525.837,06
2002213.194.491.898,87137.928.820.709,73351.123.312.608,60
2003243.633.625.676,2074.388.798.641,15318.022.424.317,35
2004333.879.993.373,73-333.879.993.373,73
2005334.580.012.071,56-334.580.012.071,56
2006446.144.146.980,00443.294.295.885,00889.438.442.865,00

a.   Bidang Perindustrian
Jumlah Industri formal tahun 2005 sebanyak 622 unit, rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar 0,22%, dibanding pada tahun 2004 sebesar 588 unit sedangkan industri non-formal tahun 2005 sebanyak 21.359 unit usaha, mengalami kenaikan 2 unit dibanding tahun 2004 sebesar 21.357 unit usaha.

Jumlah Unit usaha 21881 unit usaha sektor industri tahun 2005, jumlahan tenaga kerja yang dapat diserap berjumlah 62.809 orang meningkat 0,007% dari tahun 2004 sebesar 21.865 unit.

Nilai investasi yang tertanam sampai tahun 2005 sebesar Rp. 45.953.367.000 meningkat dari tahun 2004 sebesar Rp. 42.217.183.008, dengan total nilai produksi Rp. 1.409.754.350,- meningkat dari tahun 2004 sebesar Rp. 791827.803.000

b.   Perdagangan
Potensi perdagangan di Kabupaten Gianyar sampai dengan tahun 2005 adalah: jumlah usaha perdagangan formal sebanyak 3364 unit rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar 0,15 % dari tahun 2004 sebesar 3.210 unit sedangkan usaha non-formal sebanyak 13.462 unit usaha rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar 0,39% tahun 2005.

c.   Koperasi
Perkembangan Koperasi sebagai wadah perekonomian rakyat yang ditunjukan untuk meningkatkan kemampuan usaha masyarakat golongan ekonomi lemah yang pada umumnya tersebar di daerah pedesaan. Melalui lembaga perekonomian masyarakat didorong menjadi anggota koperasi dengan maksud dapat memenuhi kebutuhan pokok dan keperluan lainnya. Hal ini terlihat disadarinya apa yang menjadi azas perekonomian di Negara kita yaitu azas kekeluargaan dan gotong royong. Pertumbuhan koperasi di Kabupaten Gianyar tahun 2005 rata-rata 18,30% dari tahun sebelumnya. Adapun jumlah koperasi dan komposisi permodalannya keadaan akhir tahun 2005 adalah sebagai berikut:

  • Jumlah Koperasi 742 unit
  • Jumlah anggota 138.320 orang
  • Jumlah modal sendiri Rp. 43.958.000.000,-
  • Jumlah modal luar Rp. 45.875.000.000,-
  • Volume usaha Rp. 115.762.000.000,-
  • SHU: Rp. 5.815.000.000,-

Dari 742 unit koperasi yang ada di Kabupaten Gianyar ada 3 unit koperasi yang tidak aktif yaitu Konpinkra, dari 5 unit tidak aktif 1 unit, Kopkar non mandiri dari 17 unit tidak aktif 1 unit dan Koperasi Serba Usaha dari 65 unit tidak aktif 1 unit. Perkembangan koperasi di Kabupaten Gianyar uyang paling sangat mengembirakan yaitu dengan adanya Koperasi Banjar yang permodalannya di bantu dari Pemerintah Kabupaten Gianyar sebesar Rp. 15.000.000,- dan pada tahun 2005 telah dibentuk juga koperasi seniman yang permodalannya di bantu dari Menteri Koperasi sebesar Rp. 100.000.00,- dengan jumlah koperasi sebanyak 20 unit.

Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Perkebunan
Pembangunan pertanian dalam arti luas mencakup pembangunan tanaman pangan perkebunan, perikanan dan peternakan. Untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas eknomi peranan sektor pertanian adalah meningkatkan pendapatan sebagian besar masyarakat yaitu petani meningkatkan produksi dan nilai tambah memperluas kesempatan kerja mengentaskan penduduk dari kemiskinan mengurangi kesenjangan pendapatan antar daerah dan antar golongan masyarakat serta dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukan bahwa pembangunan pertanian memegang peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi terutama untuk meningkatkan taraf hidup para petani sebagai kelompok masyarakat yang terbesar disamping mendukung pertumbuhan industri. Sebagai negara agraris sektor pertanian merupakan sector yang masih merupakan tumpuhan hidup sebagian besar rakyat Indonesia secara keseluruhan rakyatIndonesia masih menggantungkan hidupnya di sector ini. Tetapi kondisi riil menunjukan kecenderungan sektor ini mengalami marginalisasi dari aspek kesempatan kerja karena sebagian besar generasi muda enggan menggantungkan hidupnya pada bidang pertanian. Di tengah krisis pariwisata yang sekarang sedang dialami kembali sektor pertanian menjadi fokus perhatian belajar dari pengalaman tidak sedikit kalangan yang bertanggapan bahwa sektor pertanian bisa dijadikan dasar penyokong perekonomian Bali umumnya dan Gianyar khususnya.

Tahun 2005 luas lahan yang digunakan untuk sektor pertanian (pertanian tanaman pangan, perkebunan dan perikanan). Mencapai 36.800 hektare, kehutanan (hutan rakyat) mencapai 1.460 hektar. Sedangkan yang tidak diusahakan untuk pertanian khususnya sawah dari tahun ketahun terus mengalami penyusutan hal ini sebagai dampak perkembangan perekonomian masyarakat Gianyar yang cenderung meningkat sehingga keberadaan lahan baik untuk pemukiman maupun usaha lainnya semakin meningkat pula. Perkembangan alih fungsi lahan persawahan di Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun menunjukan kecenderungan peningkatan sebagian dampak dari semakin bertambahnya jumlah penduduk yang memerlukan penyediaan prasarana perumahan di samping semakin pesatnya perekonomian di Gianyar. Perkembangan dari alih fungsi lahan yang cenderung meningkat terebut di kuatirkan akan menyebabkan menurunnya mutu lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Gianyar.

Perkembangan Tanaman Pangan
Luas hamparan sawah yang ada di Kabupaten Gianyar tahun 2005 seluas 14.856 ha, dimana proses pembangunan yang terjadi di wilayah ini selama kurun waktu 2004-2005 tidak bisa dihindari telah terjadi alih fungsi lahan seluas 22 ha. Sehingga pada tahun 2005 luas lahan sawah yang tersisa tercatat menjadi 14.834 ha. Hal ini kedepan tentunya akan berpengaruh terhadap menurunnya luas tanam panen komoditas padi dan palawija di Kabupaten Gianyar.

Berdasarkan data tahun 2004 luas tanam padi 31.017 hektar, apabila dibandingkan dengan tahun 2005 yang sebesar 31.670 hektar terjadi kenaikan sebesar 653 Ha. Produksi Padi dari tahun 2004 sebesar 185.324,16 ton tahun 2005 menjadi 183.953.06 ton

Luas areal panen jagung tahun 2004 sebesar 595 hektar, tahun 2005 menjadi 399 hektar menurun sebesar 196 hektar. Hal ini juga terjadi pada penurunan jumlah produksinya sebesar 953,18 ton dari tahun 2004 sebesar 3.499,27 ton menjadi 1.546,09 ton pada tahun 2005.

Luas tanaman kedelai pada tahun 2004 luas areal tanaman kedelai mencapai 147 hektar dan luas tanaman tahun 2005 sebesar 981 hektar Sedangkan luas panen mengalami peningkatan 280 hektar pada tahun 2005 dibanding pada tahun 2004 sebesar 508 hektar dari tahun 2005 sebesar 381 hektar. Kenaikan luas panen pada tahun 2005 diikuti oleh kenaikan tanaman kedelai mencapai 5241,61 hektar.

Luas tanaman kacang tanah dan kacang hijau pada tahun 2005 terjadi peningkatan pada luas tanam tahun 2004 yaitu dari 796 hektar pada tahun 2004 menjadi 948 hektar pada tahun 2005 luas panen menjadi menurun sebesar 50 hektar yaitu dari tahun 2004 sebesar 782 hektar menjadi 732 hektar pada tahun 2005. Penurunan luas panen mengakibatkan penurunan pada produksi kacang tanah dan kacang hijau dari tahun 2004 sebesar 1.406,95 ton menurun menjadi 930,46 ton pada tahun 2005.

Tanaman ubi kayu mengalami penurunan luas tanaman dari tahun 2004 sebesar 305 hektar menjadi 256 hektar pada tahun 2005. Luas panen di tahun 2004 dibandingkan tahun 2005 mengalami penurunan dari 307 hektar menjadi 294 hektar pada tahun 2005. Jumlah produksi juga mengalami peningkatan dari 6.457,36 ton pada tahun 2004 menjadi 718,73 ton pada tahun 2005.

Wakil Bupati Gianyar Bupati Gianyar Lambang Daerah Gianyar

 

departemen-dalam-negeri depkominfo Kabupaten Badung kabupaten-bangli Kabupaten Buleleng Kota Denpasar Kabupaten Jembrana Kabupaten Karangasem Kabupaten Klungkung kabupaten-tabanan Pemerintah Provinsi Bali
Kementerian Perhubungan dprd-gianyar Peraturan Daerah Informasi Kecamatan Lembaga Adat Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Kritik Saran


respati
hanya sebuah saran, semog...

Harry
Saya dari Jakarta tertari...

I Nyoman suardika
Pak tolong perbaiki jalan...

Made Mertha
Yth.Bapak Bupati Gianyar ...

I Gede Heprin Prayasta
Om Swastyastu Jalan Raya...

wahyu windi sangara d
saya mau tanya mengenai S...

gravatar yande
Jalan Hanoman yg ada luba...