1. Lahan Pertanian
Pada dasarnya luas wilayah Kabupaten Gianyar tidak mengalami perubahan, akan tetapi kenyataan yangterjadi adalah peralihan penggunaan lahan sebagai konsekwensi dari pesatnya pembangunanan di daerahini. Peralihan terjadi dari lahan sawah menjadi lahan kering seperti bangunan tempat tinggal, Art shop / toko, jalan maupun pembangunan prasarana fisik lainnya. Luas lahan menurut penggunaannya terdiri dari 14.856 Ha atau 40,37 % tanah sawah dan sisanya (59,63 %) bukan tanah sawah. Luas keseluruhan bukan tanah sawah 21.944 Ha sebagian besar merupakan lahan pertanian kering. Kecamatan yang terluas lahansawahnya adalah Sukawati (2.844 Ha) yang terkecil Tampaksiring (1.478Ha). Sedangkan Kecamatan yang terluas lahan pertanian tanah keringnya adalah Payangan (3.638 Ha). Yang terkecil Kecamatan Blahbatuh 634 Ha). Hal ini dapat dilihat pada Tabel 5.0.2 dan Tabel 5.0.3.
2. Tanaman Bahan Makanan
Tanaman bahan makanan yang utama dari lahan pertanian yang diusahakan oleh petani adalah padi. Produksi padi di Kabupaten Gianyar tahun 2005 sebesar 183.438,92 ton. Produksi ini mengalami peningkatan sebesar 0,71 %. Data mengenai luas panen, rata-rata produksi dan total produksi padi, jagung, ubi kayu serta palawija lainnya bisa dilihat pada Tabel 5.1.10 s/d Tabel 5.1.15. Tanaman lain seperti sayursayuran dan buah-buahan didaerah ini cukup besar peranannya dalam memenuhi konsumsi masyarakat bahkan mampu mengangkat pendapatan petani secara ekonomis. Diantaranya yang cukup menarik adalah melon. Komoditi ini relatif baru mulai dikembangkan secara efektif mulai tahun 1994 pasarannya cukup baik. Pada tahun 2004 produksi komoditi ini mencapai 1.984 kwintal, tetapi pada tahun 2005 produksi Melon meningkat sangat tajam menjadi 12.011,97 kwintal. Gianyar Dalam Angka/Gianyar in Figures 121
3. Perkebunan
Luas areal tanaman perkebunan kelapa mengalami penurunan, tercatat pada tahun 2005 areal produktif4.305 Ha dengan total produksi 4.437,57 ton. Luas areal produktif tanaman kopi (Arabika dan Robusta) 442 Ha dengan produksi 194,02 ton menurun 199,49 ton (50,70%) dari tahun sebelumnya. Sedangkan komoditi yamg lainnya seperti tembakau, kencur, jahe, kunir dan kakao pada tahun 2005 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
4. Peternakan
Populasi ternak besar yang ada di kabupaten Gianyar yaitu sapi 56.138 ekor naik sekitar 1,47 %. Kecamatan Payangan pemelihara ternak sapi terbanyak yaitu 17.626 ekor disusul Tegallalang 11.561 ekor, dan Kecamatan lainya kurang dari sepuluh ribu ekor. Populasi ternak kecil yang terbanyak dipelihara adalah babi 108.144 ekor naik 10,72 %. Ternak kecil yang lain yaitu kambing sebanyak 649 ekor dan kuda 26 ekor Populasi unggas tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 9,07 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan produksi telur menaglami peningkatan sebesar 8,22 persen yaitu dari 932,03 ton pada tahun 2004 menjadi 1008,67 ton pada tahun 2005.
5. Perikanan
Produksi perikanan laut tahun 2005 tercatat 2.582,80 ton meningkat sebesar 374,20 % dimana tahun sebelumnya produksi perikanan laut hanya 544,20 ton. Pindang yang merupakan proses pengolahan pasca penangkapan produksinya meningkat dari 221,6 ton menjadi 1.562 ton pada tahun 2005. Produksi rumput laut juga mengalami peningkatan sebesar 1,31% dari 15,3 ton menjadi 15,5 ton produksi udang juga mengalami peningkatan dari 40,3 ton menjadi 235,4 ton.. Peningkatan produksi khususnya penangkapan ikan di laut pada tahun terakhir ini diduga karena bertambahnya sarana penangkapan ikan seperti : perahu tanpa motor, motor tempel dan jala buang. Gianyar Dalam Angka/Gianyar in Figures 122 Table 5.0.1 : Name and Extent Pesedahan of Wetland and Driedlandin Gianyar, 2005
INDUSTRI
28-Maret-2007 23:34:24
Industri Pengolahan
Konsep Industri besar yang dipakai BPS pendekatannya adalah tenaga kerja. Indusrti dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu: – Industri kerajinan rumahtangga tenaga kerjanya 1 – 4 orang – Industri kecil tenaga kerjanya 5 – 19 orang – Industri sedang tenaga kerjanya 20 – 99 orang – Industri besar tenaga kerjanya 100 orang ke atas Populasi industri besar/ sedang kondisinya sangat labil terutaman sub sektor industri kayu (patung). Hal ini disebabkan adanya sistem order (pesanan)sehingga tenaga kerjanya cendrung berubah-ubah. Jumlah industri besar / sedang sampai dengan akhir tahun 2005 ada sebanyak 63 perusahaan. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebanyak 2.475 orang dengan nilai output sebesar Rp. 203 milyar lebih. Berbeda dengan konsep tenaga kerja seperti diatas; dengan pendekatan melalui Modal Usaha dan Investasi tercatat di Kandep Perindag Gianyar jumlah usaha sub sektor industri kecil / kerajinan tahun 2005 sebanyak 21.867 unit Usaha dengan tenaga kerja 62.584 orang sedangkan industri kecil jumlahnya 179 buah terdiri dari industri pertanian dan hasil hutan, industri logam mesin dan kimia serta industri Aneka dan tekstil. Keadaan Usaha Penyosohan jumlahnya pada tahun 2005 yaitu 262 unit. Yang menarik ialah kesadaran pengusaha untuk mencari izin atas usahanya semakin membaik. Pada tahun 2005 semua perusahaan telah memiliki izin.









